HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2 MEI 2025, JADI MOMENTUM PERUBAHAN PENDIDIKAN LEBIH MAJU DAN SISWA BERPRESTASI

Hari Pendidikan Nasional (disingkat Hardiknas) adalah hari peringatan nasional di Indonesia yang diperingati setiap tanggal 2 Mei. Tanggal ini dipilih untuk menghormati kelahiran Ki Hajar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri Taman Siswa. Beliau lahir pada 2 Mei 1889.

Tujuan Peringatan Hardiknas:

Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremonial, tetapi sebagai momentum untuk:

  • Mengingat pentingnya pendidikan bagi kemajuan bangsa.
  • Menghormati jasa para pendidik dan tokoh pendidikan.
  • Mendorong semangat belajar dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Siapa Ki Hajar Dewantara?

  • Nama asli: Raden Mas Soewardi Soerjaningrat
  • Lahir: 2 Mei 1889
  • Dikenal sebagai: Bapak Pendidikan Nasional
  • Filosofi terkenalnya:
    "Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani"
    Artinya:
    • Ing ngarsa sung tuladha: di depan memberi teladan
    • Ing madya mangun karsa: di tengah membangun semangat
    • Tut wuri handayani: di belakang memberi dorongan

Untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional. SDN I Bugeman mengadakan Upacara Bendera. Bertindak sebagai Pembina upacara, Bapak Anis fariqurrahman, S. Pd. Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) adalah kegiatan resmi yang diselenggarakan setiap tanggal 2 Mei oleh instansi pemerintah, sekolah, dan lembaga pendidikan di seluruh Indonesia. Upacara ini bertujuan untuk memperingati jasa para pahlawan pendidikan, terutama Ki Hajar Dewantara, serta menumbuhkan semangat belajar dan memajukan pendidikan nasional.

Berikut adalah susunan upacara Hardiknas yang dilaksanakan secara formal:

1. Persiapan Upacara

  • Peserta upacara sudah berada di lapangan.
  • Pemimpin upacara menyiapkan barisan.
  • Penghormatan kepada pemimpin upacara.

2. Penghormatan Kepada Pembina Upacara

  • Pembina upacara tiba di tempat upacara.
  • Laporan dari pemimpin upacara kepada pembina.

3. Pengibaran Bendera Merah Putih

  • Diiringi lagu Indonesia Raya, dinyanyikan oleh seluruh peserta upacara.

4. Mengheningkan Cipta

  • Dipimpin oleh pembina upacara untuk mengenang jasa para pahlawan.

5. Pembacaan Teks Pancasila

  • Oleh pembina upacara, diikuti oleh seluruh peserta.

6. Pembacaan UUD 1945

  • Biasanya dibacakan oleh salah satu petugas upacara.

7. Pembacaan Sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

  • Naskah resmi biasanya dikirimkan oleh Kemendikbudristek dan dibacakan oleh pembina upacara.

8. Amanat Pembina Upacara

  • Bisa berisi pesan-pesan pendidikan, motivasi, atau refleksi capaian sekolah.

9. Menyanyikan Lagu-Lagu Nasional (Opsional)

  • Contoh: Hymne Guru, Terima Kasihku, atau lagu daerah/nasional lainnya.

10. Doa

  • Dipimpin oleh petugas, menyesuaikan dengan keyakinan masing-masing.

11. Laporan Pemimpin Upacara

  • Disampaikan kepada pembina bahwa upacara selesai.

12. Penghormatan kepada Pembina Upacara

  • Pembina upacara meninggalkan lapangan.

13. Upacara Selesai